Halo! Hari ini aku dan temen-temen Vento Aureo melaksanakan PKL kecil ke Bentang Pustaka. Sesampainya disana, kami disambut dengan ramah sama orang-orang di sana dan kami langsung diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan untuk perkenalan tentang Bentang Pustaka. Bentang Pustaka merupakan kelompok dari Mizan Pustaka yang berbagung atau berdiri ditahun 2004. Bentang Pustaka dibagi menjadi Bentang Belia yang merupakan buku untuk remaja dan Bentang Kids yang merupakn buku untuk anak-anak. Bentang Pustaka menerbitkan beberapa genre, yaitu fiksi dewasa, non-fiksi dewasa, remaja, dan anak. Kami juga dijelaskan tentang alur penerbitan buku, promosi, aktivitas promosi, dan redaksi. Setelah itu, kami diajak untuk mewawancarai 2 orang pekerja disana. Aku bersama Arina mewawancarai kak Nida yang merupakan bagian sekretaris front office , dan kak Nadia dari bagian Marketing Komunikasi non-fiksi. Kata kak Nadia, keseruan be...
Bioluminescene (Indonesia: Bioluminesensi) atau biopendar cahaya merupakan emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Fenomena ini membuat beberapa bagian laut bersinar memancar cahaya berwarna kuning, oranye, biru, ungu, ataupun hijau. Bioluminescene ditemukan pada makhluk hidup, tetapi hanya pada vertebrata laut, invertebrata, dan beberapa jenis tumbuhan seperti plankton, ubur-ubur, ikan annelida, chopalopoda, copepoda, dan ostracoda. Fenomena diproduksinya cahaya dalam tubuh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Dilansir dari ReefCause Conservation , bioluminescene terjadi karena adanya dua bahan kimia berupa senyawa organik luciferin dan enzim luciferase. Di mana jika luciferin bereaksi dengan oksigen, maka cahaya tampak akan dipancarkan. Reaksi bioluminescene menghasilkan cahaya dingin. Cahaya dingin merupakan cahaya yang hampir tidak menghasilkan radiasi termal. Fungsi bioluminescene adalah sebagai pertahanan, predasi, dan sinyal kawin. Contoh bioluminescen...
Halo! Hari Sabtu, tanggal 30 Maret kemarin, aku bersama teman-teman Vento Aureo dan kelas 8 menyusuri sekitaran Pasar Beringharjo dan Malioboro untuk menyalurkan bantuan-bantuan makanan pokok kepada pedagang yang membutuhkan. Sabtu pagi, kita berangkat sekitar 9.30 menuju Pasar Beringharjo menggunakan bis. Sebelumnya, kita sudah dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing-masing beranggotakan 4 orang. Namaku tertulis di kelompok 4 bersama dengan Datyana, Hanifah, dan Nisa. Setelah sampai lokasi, masing-masing kelompok akan mencari target yang sesuai. Aku bersama kelompok 4 menyusuri sekitar Pasar Beringharjo sampai Malioboro untuk mencari orang yang membutuhkan. Kita mendapati seorang Ibu tua yang berjualan tas motif batik. Kita menghampiri Ibu itu dan mulai mewawancarai beliau. Nama beliau adalah Ibu Tari, berumur 68 tahun dan sudah bekerja di Malioboro selama 20 tahun. Beliau mempunyai 2 anak dan 6 cucu. Tinggal bersa...
Comments
Post a Comment